Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah di SD Negeri 1 Saban: Ikhtiar Membentuk Karakter dan Akhlak Mulia Sejak Dini
Pembiasaan
Salat Zuhur Berjamaah di SD Negeri 1 Saban: Ikhtiar Membentuk Karakter dan
Akhlak Mulia Sejak Dini
Oleh : Chotimah, S.Pd.I
GROBOGAN – Penanaman nilai-nilai karakter kepribadian religius
pada anak didik tidak cukup hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas.
Menyadari hal tersebut, SD Negeri 1 Saban secara konsisten menerapkan program
pembiasaan ibadah, salah satunya melalui kegiatan Salat Zuhur berjamaah yang
diikuti oleh seluruh siswa kelas atas beserta guru dan staf karyawan.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari di mushola
sekolah ini menjadi salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter
(character building) bagi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Fondasi Disiplin dan Kebersamaan
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Negeri 1 Saban, Chotimah, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa pembiasaan Salat
Zuhur berjamaah ini dirancang untuk melatih kedisiplinan dan rasa kebersamaan
antar-siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk menghargai waktu,
menjaga kesucian diri melalui wudhu, serta memahami esensi persatuan dalam
saf-saf sholat.
"Melalui pembiasaan Salat Zuhur berjamaah ini,
kami ingin ibadah bukan lagi dirasakan sebagai beban atau kewajiban semata oleh
anak-anak, melainkan sudah menjadi kebutuhan hidup. Ketika lonceng berbunyi,
mereka dengan kesadaran sendiri langsung mengambil air wudhu," ujar Chotimah, S.Pd.I.
Beliau menambahkan, dalam kegiatan ini siswa juga
digilir untuk belajar menjadi muazin. Hal ini bertujuan untuk melatih rasa
percaya diri dan jiwa kepemimpinan (leadership) santri
sejak usia sekolah dasar. Setelah sholat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan
zikir bersama dan kultum (kuliah tujuh menit) singkat untuk menyegarkan
pemahaman keagamaan siswa.
Dukungan Penuh Manajemen Sekolah
Program religius ini mendapat apresiasi dan dukungan
penuh dari pihak manajemen sekolah. Kepala Sekolah SD Negeri 1 Saban, Suwarno, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah
berkomitmen penuh untuk menyelaraskan capaian akademik dengan perkembangan
moral peserta didik.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks
menuntut pihak sekolah untuk membentengi moral anak didik dengan fondasi agama
yang kokoh.
"Kami di SD Negeri 1 Saban tidak hanya mengejar
target kurikulum umum. Karakter spiritualitas anak-anak adalah prioritas utama
kami. Pembiasaan Salat Zuhur berjamaah ini adalah langkah konkret untuk
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi Beriman, Bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia," tegas Suwarno, S.Pd., M.Pd.
Beliau juga berharap dukungan dari orang tua siswa di
rumah agar pembiasaan baik yang sudah dibentuk di sekolah ini dapat terus
terjaga dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di
lingkungan keluarga.
🌟 Manfaat Utama
Program Pembiasaan Salat Berjamaah
Berdasarkan evaluasi berkala yang dilakukan pihak
sekolah, program ini membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem
sekolah:
·
Peningkatan Kedisiplinan: Siswa menjadi lebih menghargai
waktu, terlihat dari berkurangnya keterlambatan masuk kelas setelah jam
istirahat kedua.
·
Penguatan Tali Silaturahmi: Menghilangkan sekat antar-kelas
karena semua membaur dalam satu saf yang sama, memupuk rasa persaudaraan (ukhuwah islamiyah).
·
Pembentukan Akhlakul Karimah: Siswa menjadi lebih tenang,
sopan, dan menunjukkan sikap hormat yang lebih tinggi baik kepada guru maupun
sesama teman.
Dengan adanya komitmen bersama antara Kepala Sekolah,
Guru PAI, seluruh jajaran pendidik, serta orang tua, SD Negeri 1 Saban optimis
dapat terus mencetak generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan bertaqwa.
Komentar
Posting Komentar