Pembiasaan Jumat Beramal di SD Negeri 1 Ginggangtani: Menumbuhkan Empati dan Jiwa Sosial Sejak Dini
Pembiasaan
Jumat Beramal di SD Negeri 1 Ginggangtani: Menumbuhkan Empati dan Jiwa Sosial
Sejak Dini
Oleh : Mahrush, S.Pd.I
GROBOGAN – Pendidikan yang bermutu tidak hanya fokus
pada kecerdasan kognitif di dalam ruang kelas, melainkan juga pada kepekaan
sosial dan kepedulian terhadap sesama. Semangat inilah yang melandasi SD Negeri
1 Ginggangtani dalam menggalakkan program "Jumat Beramal", sebuah
gerakan pembiasaan bersedekah secara sukarela yang dilaksanakan setiap hari
Jumat oleh seluruh warga sekolah.
Program rutin ini menjadi
sarana konkrit bagi sekolah untuk mengetuk pintu hati para siswa agar terbiasa
berbagi, sekaligus menjadi implementasi nyata dari pendidikan karakter berbasis
nilai-nilai agama.
Memupuk Keikhlasan dan Rasa
Syukur
Guru Pendidikan Agama Islam
(PAI) SD Negeri 1 Ginggangtani, Mahrush,
S.Pd.I, menyampaikan bahwa esensi utama dari program Jumat Beramal ini
bukanlah pada jumlah nominal uang yang dikumpulkan, melainkan pada konsistensi
dan keikhlasan anak-anak dalam memberi. Sebelum kotak amal diedarkan, siswa
biasanya diberikan pengarahan singkat tentang keutamaan bersedekah.
"Kami ingin menanamkan prinsip bahwa tangan di atas
lebih baik daripada tangan di bawah sejak mereka masih di bangku sekolah dasar.
Melalui Jumat Beramal, anak-anak belajar menyisihkan sebagian uang jajan mereka
untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Ini adalah cara terbaik melatih
rasa syukur atas nikmat yang mereka miliki," jelas Mahrush, S.Pd.I.
Dana yang terkumpul dari
gerakan ini dikelola secara transparan dan disalurkan untuk berbagai kegiatan
sosial, seperti membantu siswa yang sedang tertimpa musibah (sakit atau
berduka), menyantuni anak yatim di lingkungan sekolah, hingga mendukung
pemeliharaan sarana ibadah di sekolah.
Mewujudkan Generasi yang
Peduli dan Berkarakter
Langkah positif ini
mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari tampuk kepemimpinan sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ginggangtani, David Eko Nugroho, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah
memikul tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul
secara akademis, tetapi juga memiliki kesalehan sosial yang tinggi.
"Program Jumat Beramal ini
adalah bagian dari komitmen kami di SD Negeri 1 Ginggangtani untuk membentuk
lingkungan belajar yang religius dan humanis. Kami ingin anak-anak tumbuh
menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan orang lain. Karakter peduli
lingkungan dan sesama seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kita di
masa depan," tutur David Eko Nugroho, S.Pd.
Beliau juga menambahkan
bahwa kegiatan ini menjadi salah satu katalis penting dalam menyukseskan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada dimensi Gotong Royong
serta Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
🌟
Dampak Positif Gerakan Jumat Beramal
Sejak digulirkan secara
konsisten, program ini telah membawa berbagai dampak positif yang nyata di
lingkungan SD Negeri 1 Ginggangtani:
·
Menumbuhkan Rasa Empati:
Siswa menjadi lebih peduli terhadap kondisi teman sekelas atau lingkungan
sekitar yang membutuhkan bantuan.
·
Melatih Nilai Kejujuran dan
Transparansi: Pengelolaan dana yang diumumkan secara terbuka mendidik siswa
tentang pentingnya amanah.
·
Membangun Kebiasaan Positif
(Habit): Bersedekah tidak lagi menjadi hal yang canggung, melainkan sudah menjadi
budaya dan gaya hidup yang melekat pada diri siswa setiap akhir pekan.
Melalui sinergi yang kuat
antara Kepala Sekolah, Guru PAI, seluruh jajaran pendidik, dan wali murid, SD
Negeri 1 Ginggangtani terus melangkah pasti dalam mengantarkan anak didiknya
menjadi generasi emas yang cerdas, berakhlak mulia, dan penuh kasih sayang
terhadap sesama.
Komentar
Posting Komentar