MENANAMKAN NILAI KEBERSIHAN DALAM ISLAM MELALUI BUDAYA POTONG KUKU DI SEKOLAH

MENANAMKAN NILAI KEBERSIHAN DALAM ISLAM MELALUI  BUDAYA                                        POTONG KUKU DI SEKOLAH

 

ENDANG SRI PURWONINGSIH

SD Negeri 2 Ginggangtani

 

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang budaya potong kuku sebagai salah satu upaya menanamkan nilai kebersihan dalam Islam. Kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang harus dijaga setiap hari, baik kebersihan diri maupun lingkungan. Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan termasuk bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana, salah satunya adalah memotong kuku secara rutin. Kuku yang panjang dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan kuman sehingga perlu dirawat agar tubuh tetap sehat dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai serta manfaat yang terkandung dalam kegiatan potong kuku. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui pengamatan dan kajian mengenai kebiasaan hidup bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya potong kuku memiliki banyak manfaat, seperti menjaga kesehatan, mencegah penyakit, melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta menanamkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, budaya potong kuku dapat menjadi salah satu kebiasaan positif yang penting diterapkan sejak dini untuk menciptakan hidup yang sehat, bersih, dan sesuai dengan ajaran Islam.

Kata kunci: kebersihan, potong kuku, nilai Islam, sekolah

 

1.             Pendahuluan

Kebersihan adalah hal penting yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hadits yang berfirman “An-Nazhafatu Minal Iman” yang berarti kebersihan sebagian dari iman mengajarkan bahwa  menjaga kebersiham merupakan bentuk keimanan kita sebagai umat Islam. Meskipun hadits tersebut adalah hadits dhaif atau hadits yang lemah, kita dapat mengambil hikmah dari hadits tersebut seperti selalu menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan memiliki banyak manfaat dan dampak yang positif bagi tubuh. Kebersihan mengajarkan kita untuk selalu disiplin dan bertanggung jawab. Menjaga kebersihan bisa diterapkan di mana pun, baik di rumah, di sekolah, mau pun di lingkungan masyarakat. Kita dapat menjaga kebersihan dengan hal-hal yang sederhana terlebuh dahulu seperti membuang sampah pada tempatnya, selalu mencuci tangan setiap selesai berkegiatan, dan juga memotong kuku yang panjang.

Dalam penelitian ini, kita akan membahas mengenai kebiasaan potong kuku untuk menjadi langkah menjaga kebersihan. Potong kuku tidak hanya dapat dilakukan di rumah saja, kegiatan ini dapat dilakukan juga di sekolah. Pada SD Negeri 2 Ginggangtani kebiasaan potong kuku menjadi tradisi rutinan yang dilakukan dalam satu minggu sekali yang diikuti oleh seluruh warga SD Negeri 2 Ginggangtani. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak budaya potong kuku di sekolah dalam menjaga kebersihan menurut nilai islam. Oleh karena itu, budaya potong kuku penting diterapkan di sekolah sebagai bentuk kebiasaan hidup bersih yang selaras dengan nilai Islam.

 

2.             Menjaga Kebersihan Kuku

Kebersihan adalah upaya untuk menjaga diri dan lingkungan agar tetap sehat, terawat, dan bebas dari kotoran yang berguna untuk mencegah penyakit dan menciptakan kenyamanan. Menjaga kebersihan harus diajarkan sedari dini, agar anak terbiasa dengan kebersihan dan kerapihan diri. Kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang harus dijaga setiap hari. Dalam ajaran Islam, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Kebersihan menjadi bentuk ketaan kepada Allah SWT. Lingkungan dan tubuh yang bersih dapat membuat seseorang merasa nyaman, sehat, dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Allah SWT. pernah berfirman pada Al-qur’an surah Al-Hajj ayat 20, yang berbunyi:

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah)”

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memerintahkan umatnya untuk menghilangkan kotoran yang berada di badan yang bermanfaat untuk menjaga kesucian lahir dan batin, dan mencegah sarang kuman. Kotoran tersebut juga terdapat pada sela-sela kuku, jika kuku tidak dibersihkan dan dan dibiarkan memanjang akan mengganggu pekerjaan serta menjadikan kuku sebagai sarang kuman. Maka dari itu kita harus memotong dan merawat kuku agar terhindar dari kuman dan penyakit.

 

3.             Budaya Potong Kuku

Budaya potong kuku merupakan salah satu kebiasaan hidup bersih yang diterapkan di lingkungan sekolah khususnya pada sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan untuk membiasakan siswa untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri sejak dini. Dalam penelitian ini potong kuku menjadi budaya di SD Negeri 2 Ginggangtani. Kegiatan potong kuku dilaksanakan setiap hari jum’at. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah khususnya murid kelas 1 sampai kelas 6. Kuku para siswa akan di cek satu persatu untuk mengetahui kuku siswa sudah dipotong atau belum, jika belum wali kelas akan memotong dan merapikan kuku-kuku para siswa.

Dalam perspektif Islam, potong kuku juga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan karena Islam sangat memperhatikan kebersihan diri. Melalui budaya potong kuku, siswa tidakhanya belajar menjaga kebersihan, tetapi dapat menerapkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

 

4.             Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Kegiagan Potong Kuku

Kegiatan potong kuku memiliki banyak nilai-nilai baik di dalamnya. Berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan potong kuku sebagai berikut.

a.    Kesehatan dan Kebersihan

Kuku yang panjang menyimpan banyak kotoran dan kuman yang tidak baik untuk tubuh, maka dari itu perlu dipotong agar tubuh bisa terhindar dari berbagai macam penyakit, mencegah terinfeksi virus, menjaga kesehatan fisik, dan lain sebagainya.

 

 

b.    Agama (Sunnah Fitrah)

Kebersihan adalah hal yang utama untuk dijaga sebagai umat beragama. Potong kuku merupakan salah satu bentuk penyucian diri dari kotoran dan najis.

c.    Disiplin dan Tanggung Jawab

Membiasakan diri untuk memotong kuku sejak dini, melatih anak bertanggung jawab terhadap kebersihan tubuhnya sendiri. Potong kuku setiap hari tertentu juga dapat melatih anak menjadi anak yang disiplin.

d.    Etika (Kerapian)

Kuku yang pendek dan memberikan kesan rapih, sopan, bersih, serta indah. Kuku yang pendek menjadikan diri lebih nyaman untuk beraktivitas dan tidak mengganggu orang lain.

e.    Budaya

Kuku yang bersih mencerminkan kepribadian yang tertib dan menghargai diri sendiri serta orang lain. Budaya ini juga menjadi hal baik dan akan terus berdampak baik bagi lingkungan sekitar dan diri sendiri.

 

5.             Manfaat Memotong Kuku

Memotong kuku pada hari jum’at memiliki banyak manfaat, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, serta tindakan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut adalah manfaat dan keutamaan memotong kuku.

a.    Sunnah Rasulullah SAW, kegiatan memotong kuku pada hari jum’at adalah salah satu fitrah manusia dan kebiasaan Rasulullah SAW.

b.    Terhindar dari penyakit, kuku yang panjang menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri, sehingga memotongnya mencegah infeksi penyakit seperti diare.

c.    Dapat menyempurnakan kegiatan bersuci, membersihkan kuku dapat memastikan kotoran yang menyumbat dikuku agarbtidak menghalangi air saat berwudhu atau mandi wajib.

d.    Dapat merawat penampilan, menjaga kebersihan tangan serta kaki dapat menjadikan penampilan lebih rapi dan bersih.

e.    Mendapatkan keberkahan, jika dilakukan pada salah satu hari senin, kamis, dan jum’at akan mendapatkan keberkahan dan kemuliaan.

6.             Kesimpulan

Budaya potong kuku merupakan salah satu kebiasaan hidup bersih yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, tetapi juga mengandung nilai-nilai Islami seperti menjaga kesucian, disiplin, tanggung jawab, dan kerapian. Kuku yang bersih dan pendek dapat membantu mencegah penumpukan kotoran serta mengurangi risiko penyakit. Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan termasuk bagian penting yang harus dibiasakan sejak dini. Oleh karena itu, budaya potong kuku dapat menjadi salah satu bentuk pembiasaan hidup sehat dan bersih yang memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


 

DAFTAR PUSTAKA

Amirah, Amanda, N. D., Nurhidayah, T. M., & Ramadhani, T. Y. (2023). Menjaga Kesehatan Tubuh dalam Perspektif Islam. Jurnal Religion: JurnalAgama, Sosial, dan Budaya, 373-380.

Amiruddin, M., Yuniardyanti, S., Aisya, C. S., & Firdaus, M. R. (2023). Perawatan Kuku untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani Sebagai Sunah Nbi Muhammad SAW. Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 23-26.

Harahap, I. S., Siregar, R. A., Harahap, G. R., & Hasibuan, E. K. (2022). SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN SEJAK USIA DINI. ADAM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 236-241.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Asmaul Husna Lewat Lagu di SD Negeri 1 Kuwaron

Belajar Asyik PAI dengan Model Pembelajaran Role Play: Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Siswa Kelas IV SD N 1 TAMBAKAN

Kemudahan Siswa Kelas 5 SDN 3 Penadaran dalam Membaca Al-Qur’an dengan Metode Semaan