MEMBANGUN KARAKTER BERIMAN SISWA MELALUI PEMBIASAAN MEMBACA SURAT PENDEK AL-QURAN

 

MEMBANGUN KARAKTER BERIMAN SISWA MELALUI PEMBIASAAN MEMBACA SURAT PENDEK AL-QURAN

Oleh: SITI HIDAYATI, S.Pd.I

Membaca Al-Qur'an bukan sekadar ibadah lisan, melainkan sarana utama untuk menghidupkan dan memperkuat rasa iman di dalam hati. Sebagai wahyu Allah SWT, ayat – ayat Al-Qur'an memiliki kekuatan spiritual yang dapat mengubah perilaku, menenangkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan membaca Al-Qur'an, kita tidak hanya memperdalam iman dan takwa, tetapi juga membangun peradaban manusia yang lebih maju dan berkualitas. Semoga kita semua senantiasa diberikan taufik dan hidayah untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Iman secara bahasa berasal dari kata amanna yang berarti percaya, aman, atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah keyakinan teguh dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam amal perbuatan anggota badan. Agar tertanam rasa iman dan cinta Al-Qur’an pada siswa maka di SDN 1 Penadaran mengadakan pembiasaan membaca surat pendek Al-Qur’an sebelum memulai pembelajaran. Diharapkan dengan adanya pembiasaan siswa dapat lancar membaca Alquran dengan tartil dan menambah rasa iman.

Hubungan antara membaca Al-Qur'an dan penguatan iman:

1.      Menanamkan Rasa Hamba (Penghambaan)

Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (memahami makna) membantu kita menyadari betapa agungnya Allah dan betapa lemahnya manusia. Saat membaca ayat-ayat tentang kasih sayang Allah, timbul rasa harap (raja'). Sebaliknya, saat membaca tentang ancaman-Nya, timbul rasa takut (khauf) yang mencegah kita dari berbuat dosa. Kombinasi ini memperkokoh akar keimanan di dalam hati.

2.      Ketenangan Hati (Thuma'ninah)

Dalam kesibukan dan tekanan hidup, Al-Qur'an adalah penawar (syifa') bagi jiwa yang gelisah. "Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang" (QS. Ar-Ra'd: 28), dan membaca Al-Qur'an adalah cara terbaik mengingat-Nya. Al-Qur'an membantu menenangkan pikiran, menurunkan kecemasan, dan memberikan solusi atas masalah hidup.

3.      Meningkatkan Kualitas Takwa

Rutin membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur'an dapat meningkatkan kualitas takwa. Iman yang kuat tercermin dari perilaku sehari-hari, di mana pembaca Al-Qur'an akan lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak, menjaga diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, serta lebih sabar dan bersyukur.

4.      Mendapat Syafaat dan Nur (Cahaya)

Membaca Al-Qur'an memberikan pahala berlipat ganda, bahkan bagi mereka yang membacanya dengan terbata-bata. Lebih dari itu, Al-Qur'an akan menjadi penolong (syafaat) di hari kiamat dan memberikan cahaya di hati serta wajah seorang mukmin. Membaca Al-Qur'an membuat iman terasa lebih hidup dan kokoh dalam dada, serta menjadi sumber energi untuk mengarungi kehidupan.

Pembiasaan merupakan salah satu metode pendidikan yang sangat efektif, terutama pada anak usia sekolah dasar. Anak-anak pada rentang usia ini berada pada fase golden age kedua, di mana pembentukan kebiasaan, nilai, dan karakter sangat mudah tercetak dan akan bertahan dalam jangka panjang. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan pentingnya pembiasaan dalam beribadah sejak dini.

Surat-surat pendek dalam juz 30 (Juz Amma) merupakan bagian Al-Qur'an yang paling mudah dihafal dan dipahami oleh anak-anak. Surat-surat seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kautsar, Al-Asr, dan lainnya memiliki kandungan makna yang sangat dalam namun disampaikan dalam bahasa yang ringkas dan mudah diingat. Pembiasaan membaca surat-surat ini menjadi jembatan pertama anak-anak untuk mengenal dan mencintai Al-Qur'an.

Manfaat utama dari pembiasaan membaca surat pendek Al-Qur'an antara lain:

1.      Melatih lidah anak untuk fasih melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan makhraj yang benar.

2.      Menguatkan hafalan surat-surat pendek yang digunakan dalam shalat.

3.      Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini.

4.      Menciptakan suasana kelas yang kondusif, tenang, dan penuh berkah sebelum belajar.

5.      Menumbuhkan kesadaran spiritual bahwa setiap aktivitas dimulai dengan mengingat Allah SWT.

6.      Membentuk karakter disiplin, tertib, dan bertanggung jawab pada diri siswa.

Secara keseluruhan, pembiasaan membaca surat pendek Al-Qur'an telah menciptakan suasana sekolah yang lebih Islami, tenang, dan penuh nilai-nilai spiritual. Orang tua siswa pun memberikan respons positif karena anak-anak mereka semakin hafal dan sering mengulang bacaan surat pendek di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan di sekolah telah menyentuh ranah kehidupan siswa di luar sekolah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Asmaul Husna Lewat Lagu di SD Negeri 1 Kuwaron

Belajar Asyik PAI dengan Model Pembelajaran Role Play: Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Siswa Kelas IV SD N 1 TAMBAKAN

Kemudahan Siswa Kelas 5 SDN 3 Penadaran dalam Membaca Al-Qur’an dengan Metode Semaan