IMPLEMENTASI PROGRAM KOKURIKULER PAI DAN BUDI PEKERTI “CERIA BERDAYA DI DESA” DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS I SDN 2 BATURAGUNG TAHUN AJARAN 2025/2026

 

IMPLEMENTASI PROGRAM KOKURIKULER PAI DAN BUDI PEKERTI “CERIA BERDAYA DI DESA” DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS I SDN 2 BATURAGUNG TAHUN AJARAN 2025/2026

Wahidatul Asyaroh, S.Pd.I

SD Negeri 2 Baturagung
Email:
wahid.asyaroh90@gmail.com


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program kokurikuler Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) bertema “CERIA Berdaya di Desa: Belajar, Beribadah, dan Berkarya dari Lingkungan Sekitar” dalam membentuk karakter religius peserta didik kelas I SDN 2 Baturagung Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kokurikuler mampu meningkatkan pembiasaan ibadah dasar peserta didik, seperti mengucapkan salam, menghafal doa harian, praktik wudhu, gerakan sholat, serta pembentukan akhlak mulia melalui kegiatan berbagi dan pembiasaan sopan santun. Program ini juga mendukung penguatan karakter CERIA, yaitu Cerdas, Empati, Religius, Integritas, dan Aktif. Faktor pendukung program meliputi lingkungan desa yang religius, dukungan sekolah, serta keterlibatan guru dan orang tua. Kendala yang ditemukan yaitu perbedaan kemampuan hafalan dan konsentrasi peserta didik usia dini. Dengan demikian, program kokurikuler berbasis lingkungan dan pembiasaan religius efektif dalam membentuk karakter Islami peserta didik sekolah dasar.

PENDAHULUAN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peranan penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Pendidikan agama tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembiasaan sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai Islam. Pada jenjang sekolah dasar, pembentukan karakter religius menjadi pondasi utama dalam membangun kepribadian peserta didik.

Kegiatan kokurikuler merupakan bagian penting dalam mendukung pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui praktik langsung, pembiasaan, dan interaksi sosial. Program kokurikuler yang dikembangkan secara kontekstual sesuai lingkungan peserta didik dapat membantu internalisasi nilai-nilai agama secara lebih efektif.

SDN 2 Baturagung berada di lingkungan desa yang dekat dengan pesantren dan mayoritas masyarakat muslim. Kondisi tersebut menjadi potensi dalam pengembangan program kokurikuler berbasis religius. Oleh karena itu, disusun program “CERIA Berdaya di Desa: Belajar, Beribadah, dan Berkarya dari Lingkungan Sekitar” dengan tema kelas I “Aku Anak Sholeh”.

Program ini bertujuan membentuk peserta didik yang terbiasa beribadah, berakhlak baik, cinta Al-Qur’an, peduli sosial, dan mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana implementasi program kokurikuler PAI dan Budi Pekerti di kelas I SDN 2 Baturagung?
  2. Bagaimana pengaruh program terhadap pembentukan karakter religius peserta didik?
  3. Apa saja faktor pendukung dan kendala dalam pelaksanaan program?

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Baturagung pada semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas I SDN 2 Baturagung.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui:

  1. Observasi kegiatan kokurikuler
  2. Wawancara dengan guru dan peserta didik
  3. Dokumentasi kegiatan pembelajaran

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui:

  1. Reduksi data
  2. Penyajian data
  3. Penarikan kesimpulan

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi Program Kokurikuler PAI dan Budi Pekerti

Program kokurikuler dilaksanakan selama satu semester dengan berbagai kegiatan pembiasaan religius. Kegiatan dimulai dari pengenalan salam, hafalan doa harian, praktik wudhu, gerakan sholat, hingga pembiasaan adab kepada guru dan orang tua.

Pelaksanaan program menggunakan metode demonstrasi, pembiasaan, bermain peran, cerita Islami, praktik langsung, serta talaqqi. Guru memberikan contoh secara langsung agar peserta didik mudah memahami materi yang diajarkan.

Kegiatan dilaksanakan secara menyenangkan melalui permainan, bernyanyi, simulasi, dan praktik kelompok sehingga peserta didik terlihat aktif dan antusias mengikuti pembelajaran.

 

Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik

Program kokurikuler memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Hal tersebut terlihat dari perubahan perilaku peserta didik yang mulai terbiasa:

  • Mengucapkan salam saat datang dan pulang sekolah
  • Membaca doa sebelum dan sesudah kegiatan
  • Melaksanakan sholat dhuha bersama
  • Menjaga kebersihan mushola sekolah
  • Bersikap sopan kepada guru dan teman
  • Berbagi makanan dengan teman

Selain itu, peserta didik mulai mampu menghafal Surat Al-Fatihah dan doa-doa harian sederhana.

Pembiasaan yang dilakukan secara rutin membantu peserta didik memahami nilai agama melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi Karakter CERIA

Program kokurikuler juga mendukung pembentukan karakter CERIA yang meliputi:

1. Cerdas

Peserta didik dilatih menghafal doa-doa harian dan surat pendek.

2. Empati

Peserta didik dibiasakan berbagi makanan dan membantu teman.

3. Religius

Peserta didik mengikuti kegiatan sholat dhuha, doa harian, dan praktik ibadah.

4. Integritas

Peserta didik dibiasakan disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

5. Aktif

Peserta didik aktif mengikuti praktik ibadah dan kegiatan bermain peran.

Faktor Pendukung dan Kendala

Faktor Pendukung

Beberapa faktor pendukung dalam pelaksanaan program yaitu:

  • Lingkungan masyarakat yang religius
  • Dukungan kepala sekolah dan guru
  • Tersedianya mushola sekolah
  • Dukungan orang tua peserta didik

Kendala

Kendala yang ditemukan antara lain:

  • Perbedaan kemampuan hafalan peserta didik
  • Konsentrasi peserta didik usia dini yang masih terbatas
  • Sebagian peserta didik masih memerlukan pendampingan saat praktik ibadah

Guru mengatasi kendala tersebut dengan metode pengulangan, pendampingan, dan pembiasaan secara bertahap.

 

KESIMPULAN

Program kokurikuler PAI dan Budi Pekerti “CERIA Berdaya di Desa” mampu membentuk karakter religius peserta didik kelas I SDN 2 Baturagung melalui pembiasaan ibadah, praktik langsung, dan penguatan akhlak mulia. Program ini efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini karena disusun sesuai lingkungan dan budaya masyarakat sekitar.

Kegiatan kokurikuler juga berhasil mengembangkan karakter CERIA yaitu Cerdas, Empati, Religius, Integritas, dan Aktif pada peserta didik.

 

SARAN

  1. Sekolah perlu mempertahankan dan mengembangkan program kokurikuler religius secara berkelanjutan.
  2. Guru perlu meningkatkan kreativitas pembelajaran agar peserta didik lebih aktif dan antusias.
  3. Orang tua perlu mendukung pembiasaan ibadah di rumah agar program berjalan optimal.

 

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Asmaul Husna Lewat Lagu di SD Negeri 1 Kuwaron

Belajar Asyik PAI dengan Model Pembelajaran Role Play: Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Siswa Kelas IV SD N 1 TAMBAKAN

Kemudahan Siswa Kelas 5 SDN 3 Penadaran dalam Membaca Al-Qur’an dengan Metode Semaan