ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI INTENSITAS PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH DHUHA

 

ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI INTENSITAS PELAKSANAAN SHOLAT SUNNAH DHUHA

Oleh: Siti Hidayati, S.Pd.I.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas pelaksanaan sholat dhuha terhadap motivasi belajar siswa di sekolah. Motivasi belajar merupakan faktor internal yang krusial dalam keberhasilan akademik, sementara ibadah sholat dhuha dipercaya mampu memberikan ketenangan spiritual yang berdampak pada kesiapan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif/kuantitatif (sesuaikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang melaksanakan sholat dhuha secara konsisten cenderung memiliki regulasi diri dan fokus yang lebih baik dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Sholat Dhuha, Kecerdasan Spiritual.

 I.         Pendahuluan

Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas. Di lingkungan sekolah berbasis Islam, kegiatan sholat dhuha seringkali dijadikan agenda rutin. Fenomena yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana rutinitas spiritual ini berkorelasi dengan dorongan psikologis siswa untuk belajar. Motivasi belajar yang tinggi sering kali lahir dari jiwa yang tenang dan disiplin yang terbentuk melalui ibadah.

 II.       Tinjauan Pustaka

a.     Motivasi Belajar

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Faktor ini dipengaruhi oleh aspek intrinsik (cita-cita, kondisi siswa) dan ekstrinsik (lingkungan, metode guru).

b.     Sholat Sunnah Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari. Selain nilai pahala, secara psikologis, sholat dhuha berfungsi sebagai media relaksasi dan penanaman disiplin waktu bagi siswa sebelum memulai aktivitas akademik yang berat.

 III.     Metodologi Penelitian

a.     Subjek Penelitian: Siswa kelas V SDN 1 Penadaran

b.     Teknik Pengumpulan Data: Angket (kuesioner) intensitas ibadah, observasi perilaku belajar, dan wawancara.

c.     Analisis Data: Menggunakan teknik analisis korelasi untuk melihat sejauh mana intensitas sholat dhuha mempengaruhi variabel motivasi.

 IV.     Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat perbedaan signifikan pada tingkat konsentrasi antara siswa yang rutin melaksanakan sholat dhuha dengan yang tidak.

Kategori Intensitas Dhuha

Rata-Rata Motivasi Belajar

Karakteristik Utama

Tinggi (Setiap Hari)

Sangat Tinggi

Disiplin, fokus, mandiri

Sedang (2-3x Seminggu)

Cukup

Perlu dorongan guru

Rendah (Jarang)

Rendah/Fluktuatif

Mudah terdistraksi

Analisis Dampak Spiritual:

1.     Ketenangan Jiwa (Self-Soothe): Sholat dhuha menurunkan tingkat kecemasan (anxiety) siswa menghadapi pelajaran sulit.

2.     Kedisiplinan: Siswa yang mampu meluangkan waktu di sela jam istirahat/masuk untuk sholat cenderung lebih menghargai waktu belajar.

3.     Kesadaran Eksistensial: Siswa merasa belajar adalah bagian dari ibadah, sehingga motivasi yang muncul bersifat jangka panjang (intrinsik).

    V.     Kesimpulan

Terdapat keterkaitan positif antara intensitas pelaksanaan sholat dhuha dengan motivasi belajar siswa. Kedisiplinan dalam menjalankan sholat sunnah dhuha secara tidak langsung membentuk pola pikir yang teratur dan mentalitas yang tangguh dalam menghadapi tantangan akademik. Disarankan bagi pihak sekolah untuk terus mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

Daftar Pustaka

Sardiman, A.M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.

Najati, Muhammad Usman. (2005). Psikologi dalam Al-Qur'an.

Jurnal Pendidikan Islam terkait Manajemen Spiritual Sekolah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Asmaul Husna Lewat Lagu di SD Negeri 1 Kuwaron

Belajar Asyik PAI dengan Model Pembelajaran Role Play: Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Siswa Kelas IV SD N 1 TAMBAKAN

Kemudahan Siswa Kelas 5 SDN 3 Penadaran dalam Membaca Al-Qur’an dengan Metode Semaan