MEWUJUDKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBIASAAN SALAT DHUHA BERJAMAAH DI SDN 1 GINGGANGTANI
MEWUJUDKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBIASAAN SALAT DHUHA BERJAMAAH DI SDN 1 GINGGANGTANI
Oleh : Mahrush, S.Pd.I
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya mewujudkan karakter
disiplin siswa melalui pembiasaan salat dhuha berjamaah di SD Negeri 1
Ginggangtani. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian adalah siswa kelas IV, V, dan VI. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembiasaan salat dhuha berjamaah mampu meningkatkan
kedisiplinan siswa, yang ditandai dengan ketepatan waktu hadir di sekolah, ketaatan
mengikuti kegiatan keagamaan, serta peningkatan sikap tanggung jawab. Faktor
pendukung meliputi peran guru, dukungan kepala sekolah, dan lingkungan
religius, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan variasi motivasi
siswa. Dengan demikian, pembiasaan salat dhuha berjamaah efektif dalam
membentuk karakter disiplin siswa.
Kata kunci: karakter disiplin, pembiasaan, salat dhuha,
pendidikan dasar
Pendahuluan
Pendidikan karakter merupakan salah satu fokus utama dalam sistem
pendidikan di Indonesia. Salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan
pada peserta didik adalah disiplin. Disiplin berperan dalam membentuk kebiasaan
positif yang berdampak pada keberhasilan belajar dan kehidupan sosial siswa.
Di lingkungan sekolah dasar, pembentukan karakter disiplin dapat dilakukan
melalui berbagai kegiatan pembiasaan, khususnya kegiatan keagamaan. Salat dhuha
berjamaah merupakan salah satu bentuk pembiasaan religius yang memiliki potensi
besar dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan ketaatan.
SD Negeri 1 Ginggangtani telah menerapkan program pembiasaan salat dhuha
berjamaah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan dan dampak
kegiatan tersebut dalam membentuk karakter disiplin siswa.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi
penelitian adalah SD Negeri 1 Ginggangtani. Subjek penelitian meliputi siswa
kelas IV, V, dan VI, guru, serta kepala sekolah.
Teknik pengumpulan data meliputi:
- Observasi, untuk mengamati pelaksanaan salat dhuha
berjamaah
- Wawancara, dengan guru dan siswa
- Dokumentasi, berupa foto dan catatan kegiatan
Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan Pembahasan
1. Pelaksanaan Pembiasaan Salat Dhuha Berjamaah
Kegiatan salat dhuha berjamaah dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran
dimulai. Siswa diarahkan untuk berkumpul di mushola sekolah, kemudian
melaksanakan salat secara berjamaah yang dipimpin oleh guru atau siswa yang
ditunjuk.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan terjadwal sehingga menjadi
kebiasaan yang melekat pada siswa.
2. Dampak terhadap Karakter Disiplin Siswa
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter disiplin siswa,
antara lain:
- Siswa datang ke sekolah
lebih tepat waktu
- Siswa tertib mengikuti
kegiatan salat
- Siswa menunjukkan
tanggung jawab dalam menjalankan tugas
- Siswa lebih patuh
terhadap aturan sekolah
Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu membentuk pola
perilaku disiplin pada siswa.
3. Faktor Pendukung dan Penghambat
a. Faktor Pendukung
- Komitmen guru dalam membimbing siswa
- Dukungan kepala sekolah terhadap program
keagamaan
- Lingkungan sekolah yang religius
- Adanya keteladanan dari guru
b. Faktor Penghambat
- Keterbatasan fasilitas (mushola yang sempit)
- Perbedaan tingkat kesadaran siswa
- Kondisi cuaca atau kegiatan lain yang
mengganggu
4. Upaya Mengatasi Hambatan
Beberapa solusi yang
dilakukan antara lain:
- Pengaturan jadwal bergiliran
- Pemberian motivasi dan penguatan kepada siswa
- Peningkatan peran guru sebagai teladan
- Penguatan kerja sama dengan orang tua
Simpulan
Pembiasaan salat dhuha berjamaah di SD Negeri 1 Ginggangtani terbukti
efektif dalam mewujudkan karakter disiplin siswa. Kegiatan ini tidak hanya
meningkatkan kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai religius dan tanggung
jawab. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, program ini dapat terus
dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Saran
- Sekolah perlu
meningkatkan fasilitas pendukung kegiatan keagamaan
- Guru perlu terus
memberikan teladan dan motivasi
- Orang tua perlu
dilibatkan dalam pembiasaan di rumah
- Penelitian lanjutan
dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif
Komentar
Posting Komentar